Tak Ternilai

Aku tak ingin menjadi yang terbaik diantara rangkulan malaikat-malaikat mu

Aku tak mengenal mu, seperti mereka yang selalu tahu siapa dirimu

Biarkan aku memudar,  hilang,  lalu terlupa

Senyuman indah biarkan menjadi sebuah balasan indah

Aku takut dejavu memandang

Menghampiri,  lalu kembali mengubur dalam-dalam

Aku hanya ingin menggoreskan kanvas putih itu dengan memori indah saat kita pernah bersama

Hanya kecil,  disudut yang nyaris tak terlihat

Sampah adalah bentuk terindah ku yang selalu tak bosan menghantui

Seperti lalat yang hinggap pada lauk ternikmat

Biarkan memang aku lebih membenci diri saat rasa tak terbendung

Sial saja dirimu,  yang ku hampiri hingga kini

mungkin akan lebih indah jika kita tak pernah bersua
#TakTernilai

Kembali

Tahun ke tiga aku disini

Berada disampingmu dalam bisu

Terus menatapmu namun kau sunyi

Tak lagi ada tawa,  hanya hembusan pilu

Tak bosan aku memandang
Walau hanya tulisan dalam kayu
Namun kini menjadi haru karena tertulis namamu
Kokoh berdiri menyambut doa yang datang

Kehilangan masih membekas dihati
Meninggalkan ruang yang tak mungkin terisi
Begitupun kau yang tak mungkin kembali
Maka ku biarkan saja hingga terasa mati

Tak bosan lisan ini menyuar
Menceritakan kisahmu yang sulit terlupa
Indahnya dulu yang hanya bisa dirasa
Memori canda menghantui hingga aku lelap

Sepi masih membawa hembusan angin
Masih memandangmu dengan lirih
Tak henti ku titipkan butiran doa
Berharap senyuman mu abadi menghiasi mimpi

Tidurlah kawan
Ku pastikan lenteramu tetap menyala
Seperti semangat yang dulu selalu kau berikan
Saat aku tak kuat menggenggam luka

Aku pulang,
Kini aku tak takut kau sepi
Begitupun aku,  tak akan merasa sepi
Karena Tuhan pasti menemani
Dan kau pasti sabar menanti
Sampai takdir memaksaku untuk ikut kembali. 

Sepi , Yang Tak Kunjung Mati

images

 

Tulisan ini aku buat setelah pulang kerja , masih tersisa letih di baju kerja yang belum sempat aku ganti. Dulu, mungkin tak akan ada rasa letih seperti ini saat kamu masih ada dan selalu ada. Aku seperti kehilangan yang benar-benar kehilangan. Seperti sebuah lonceng tanpa bandulnya, sunyi tak bersuara. Dua tahun sudah, kau pergi tanpa pamit , seakan esok masih bisa kita bersenda gurau. Masih kuingat saat itu, saat aku dengar sambaran petir yang terdengar dari ufuk digital. Terdengar sendu namun membuat luluh lantah seketika. Aku berlari , tak ku hiraukan sahutan demi sahutan yang menyapa disepanjang jalan. Aku hanya tertuju pada satu garis, jalan menuju rumah mu.

Tak seperti biasa, kau menyambut dengan seribu candaan yang kau buat. Kini aku hanya melihat sosok yang aku segani , aku sayangi, aku hormati hanya terdiam tanpa kata, terbujur kaku tanpa tawa yang sebelumnya selalu tercipta, tanpa celoteh yang seperti biasa menyambut saat aku tiba. Saat itu, aku merasakan getaran yang tak kunjung menjinak. Seakan langit ingin mengubur tubuhku dengan selimut tebalnya. Raga ini terus memelukmu dengan sesekali mengguncangkan tubuhmu berharap ini lelucon sambutan seperti sediakala tercipta.

Tak seberapa memang rasa sayang ini dibanding rasa sayang Sang Pencipta yang mengabulkan doamu untuk bertemu papa  disana. Pinta demi pinta itu selalu memengkakkan telinga, berusaha mendukung  walau jiwa ini terus berkata “TUNDA” Jangan terjadi, aku masih ingin berlama dengan detik manis ini. Aku belum siap berdiri tanpa rangkulan hangat, tanpa jabatan semangat yang selama ini kau berikan saat tubuh kecil ini terbakar emosi, saat aku hampir jatuh , saat aku mulai berkata “Menyerah” .

Dia lah Tuhan Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang. Maka tidak ada rasa sayang siapapun yang bisa melebihi-Nya. Tapi, disisi lain, Dia terbukti Maha Kuat, dengan Zat-Nya mampu membuatmu tersungkur, jatuh ke dalam luapan lahar kepedihan, merobek dinding semangat yang semakin lama membuat mu ringkih, bagai seonggok daging yang tak bertulang. Jiwa ini terasa mati sesaat, bagaimana bisa hidup tanpa semangat yang dulu sering mengisi, tapi tak bisa pula mati karena memang belum Tuhan izinkan.

Rasa ego ini terus meluap hingga lupa , ada satu hal yang harus diyakini. Bukankah untuk membuat  seseorang bahagia, tak selalu kita juga harus bahagia? Mungkin saja saat ini kau sedang tersenyum bahagia disana bersenda gurau dengan papamu yang sangat kau rindukan. Lalu , memang kau sangat marah jika aku menangis dulu, Kau tidak suka, bahkan kau pasang badan saat diri ini direndahkan .

Aku masih ingin sekali bermandi tawa bersama, kadang tak sengaja air mata menetes saat rindu masa-masa itu. Sudahlah, Aku harus tetap menjalani hidup, meski tak tahu bagaimana merayakannya ? Ketika berada di titik dimana Tuhan telah membuat kita bermandi jarak, berpeluh sepi, dan terus tenggelam dalam kekosongan. Aku yakin tak ada lagi kamu yang lain. Aku masih ingin sekali menuangkan secangkir tawa bersama ditemani cemilan canda yang tak bisa memubuat kita merasa ingin berhenti. Namun, hidup ini harus terus berjalan, bergerak melaju, dan terus menjabat diri dengan congkaknya. Akupun harus meneruskan hidup dicundangi kenyataan.

 

Dari Aku , adikmu yang kau manja.

Ahmad Syahroni

27/06/2016

Secangkir Semangat

Raga berfikir dan merenung
Mendengarkan jemari kehidupan berdengung
Entah suratan takdir yang mengaung
Biarkan diri ini menghadang dan meraung

Tersadar kisah ini berjalan mundur
Yang terjadi seperti untaian dejavu
Perhatikan jalannya butiran yang kusadur
Semua memang seperti masa lalu yang semu

Diri ini berdiri di hamparan pilu
Kulihat yang kurangkul hampir layu
Mereka menyimpan resah tertata rapi
Aku melihat , aku tahu, aku resapi

Dulu, pernah terjatuh
Lalu Datang dari ufuk, jemari menjabat
Sudah terbiasa akhirnya pilu menjauh
Tapi sayang jemari itu tak kuat malah tersayat
Jatuh lagi lalu semakin dalam mengaduh

Sosok lain datang merangkul diri
Meyakini jika kuat untuk berdiri
Lihat, aku sudah kokoh kini
Mari kita rayakan tuangkan dalam sloki

Tunggu, kau terlihat pucat
Tak usah sembunyi dalam kuat
Aku tahu ragamu tak lagi sekokoh saat merangkul
Terasa lemah hingga tak kuat memikul
Terus saja meyakini semuanya akan baik
Sampai tak dibiarkan tanganku merangkul raga itu balik.

Teruntai doa tak henti
Hanya itu yang bisa kuberi
Semoga kokoh itu kembali
Aku ingin bersama berdiri
Menyirat hangat terbitnya mentari
dari puncak yang lapang untuk berlari

Semangat,
Jadi yang terkuat
Jabat doaku erat
Yakini ragamu tak akan tersayat

🙂

Ahmad Syahroni
Jakarta, 27 Oktober 2015

dari Jiwa yang mati …. hamba meminta

sujud

terkadang batin bertanya hingga perih
apa maksud yang terjadi ?
apa maksud yang diberi ?
apa maksud semua ini ?

Bukankah semua akibat dipikul sebab
Lantas mengapa tak kunjung terjawab
hanya terus bertanya tanpa ada jawab

Mungkin hamba kurang pahala
Mungkin hamba kurang usaha
hanya merumuskan mungkin-mungkin lainnya

Ya Rabb
Berikan hamba obat hati
Berikan semangat di jiwa yang mati
Jawab tanya sebelum mengapi
apa maksud semua ini ?

Ya Rabb
Sampai detik ini, hamba terus meminta
Terjawab semua hal yang kau beri
Meminta petunjuk terbaik bagi hamba
bukankah Kau ingin hamba terus mengabdi
lantas , mengapa kau dekatkan duri pada jiwa
kau buat terasa membeku dihati

Ya Rabb,
Beri rasa ikhlas ,
pada kesayangan yang Kau ambil
pada luka yang membekas
pada cobaan yang kau beri

Ya Rabb,
Buanglah rasa benci yang ada didada
hadirkanlah terimakasih yang selalu tercurah
bimbing selalu hambamu yang renta
semoga tidak menapak dijalan yang salah

Poem by
-AHMAD SYAHRONI-

Rabbana aatina fid dunyaa hasanah, wa fil akhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaban naar.

SMK PGRI 15 JAKARTA

Gambar

SMK PGRI 15 JAKARTA
Bidang Studi Keahlian: BISNIS MANAJEMEN DAN AKOMODASI PERHOTELAN

Jl. H. Muchtar Raya Gg. H. Doel Rt. 005/01 Kel. Ptukangan Utara Kec. Pesanggarahan, Jakarta Selatan

MENERIMA PENDAFTARAN SISWA-SISWI BARU

A. TUJUAN PENDIDIKAN UMUM

Tujuan Pendidikan Umum pada SMK PGRI 15 adalah sesuai dengan tujuan Pendidikan Nasional yang telah digariskan dalam GBHN yaitu mendidik siswa menjadi manusia Indonesia seutuhnya, meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan YME, meningkatkan budipekerti dan memberikan bekal kemampuan untuk siap kerja di masa yang akan datang

B. TUJUAN PENDIDIKAN KHUSUS

Pendidikan di SMK PGRI 15 Ikut membantu pemerintah dan masyarakat dalam mencetak tenaga terampil tingkat menengah dan membuka :

1. PROGRAM KEAHLIAN AKUNTANSI

Profil Kemampuan Tamatan:

  • Menyusun Laporan Keuangan
  • Operator Komputer dan Mesin Hitung
  • Mencatat Transaksi keuangan
  • Mengerjakan Transaksi Keuangan untuk pos-pos Neraca berbagai bentuk Badan Usaha / Perusahaan
  • Mencetak Transaksi dan Menyusun Laporan harga pokok produksi dalam Perusahaan
  • Mengoperasikan aplikasi akuntansi MYOB

 Gambar

Siswa AKUNTANSI 2013

 2. PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN

Profil Kemampuan Tamatan :

  • Menulis Surat Niaga, Dinas, dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
  • Menerapkan prinsip dan teknik pengolahan warkat dan arsip
  • Mampu menyelesaikan Pekerjaan Sekretaris

Gambar

SISWA ADM. PERKANTORAN 2013 Bersama Kepala Jurusan

3. PROGRAM KEAHLIAN PEMASARAN / PENJUALAN

Profil Kemampuan Tamatan :

  • Melakukan pembelian / penjualan barang dagangan
  • Mengelola perdagangan kecil dan menengah
  • Melakukan perjanjian jual beli barang dagang
  • Mengoperasikan Mesin Kasir

Gambar

siswa Pemasaran 2011

4.  PROGRAM KEAHLIAN AKOMODASI PERHOTELAN

Salah satu andalan sumber Devisa Negara kta selain minyak bumi dan gas bumi adalah sektor pariwista, mengingat Indonesia sangat besar kaya akan keindahan alami dan Kebudayaannya.

Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia dalam rangka mendayakan potensi yang ada maka SMK PGRI 15 Jakarta siap mendidik putra/i bangsa untuk menjadi tenaga kerja yang sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman, khususnya Dunia Usaha dan Industri Jasa Pariwisata

AKOMODASI PERHOTELAN

Kompetensi keahlian :

  • Housekeeping (Tata Ruang)
  • Front Office (Tata Ruang Depan)
  • Food & Beverage Service (Restaurant)

Seluruh Siswa/i dijamin untuk Prakerin (On Job Trainning) oleh sekolah di seluruh hotel bertaraf Internasional di Jakarta

 

C. WAKTU BELAJAR

PAGI : 07.00 WIB – 12.30 WIB

SIANG : 12.45 WIB – 17.00 WIB

 

Tempat : Jl. H. Muchtar Raya Gg. H. Doel Rt. 005/01 Kel. Ptukangan Utara Kec. Pesanggarahan, Jakarta Selatan ( samping MAN 19)

Telp: 021-92489374 / 08159939321

Facebook : https://www.facebook.com/smk.limabelas

CP : Yana Saputra (085692098845/ 081284404691)

E. KEGIATAN EKSTRAKULIKULER

  • PRAMUKA dan PECINTA ALAM
  • Paskibra
  • PMR dan ROHIS
  • Olahraga : VOLY, FUTSAL, BASKET
  • Kesenian : Paduan Suara, Majalah Dinding, Tarian, Marawis

 GambarGambarGambar

RUTE LOKASI:

KWK B10 (Taman Kota – Deplu) turun di Gg. H. Doel

KWK B09 ( gREEN Garden – Kreo) Turun di kejakasaan, sambung  Kwk B10

Metromini 92 (Cileduk – Keb Lama) Turun di perempatan Jengkol, sambung KWK B10

KWK 03 (Citraland – meruya) Turun di kantor Cek dan Ricek, sambung B10

Metromini 70 (Joglo – BLOK M) dan Angkot C 01, Angkot C13 Turun dijengkol, sambung KWK B10

Mikrolet M11 (Tn. Abang – Meruya) turun di perempatan srenseng, sambung B10

AHMAD SYAHRONI

AKUNTANSI 2013

ANGKATAN 26

MENCARI SURGA

blog - surga ibu
Mencari Surga

Hujan disana semakin deras

merangkul sunyi amat keras

sampai aku dirampas

memaksa untuk bergegas

kutinggalkan secarik surat biru

Berdegup batin penuh haru

Kulangkahkan kaki yang layu

Untuk mencari dimana ibu

Selamat tinggal ibu tiri

Ku titipkan kau pada Ilahi

Ikhlaskan aku untuk pergi

Mencari surga, bekal untuk MATI

11-02-2011
© ASR

story of my friend